blockchain

Platform Asuransi untuk Perusahaan Berbasis Blockchain

Photo by Catrin Johnson on Unsplash

Sebuah perusahaan kini telah mengadopsi teknologi blockchain dengan menciptakan sebuah platform baru dalam memproteksi sebuah perusahaan yang bergerak dengan menggunakan sistem blockchain. Konsep yang diangkat adalah sebagai platform asuransi.

Perusahaan tersebut bernama iXledger. Perusahaan ini didirikan pada awal 2017 di London, Inggris dan telah meluncurkan Blockchain Insurance, sebuah platform yang memungkinkan perusahaan blockchain untuk mendapatkan penawaran asuransi bisnis berdasarkan penilaian risiko.

Tim yang tergabung pada Perusahaan ini meluncurkan sebuah platform asuransi dan didukung oleh mitra ahli pada bidang asuransi di pasar Asuransi London. Platform tersebut dirancang khusus dengan tujuan sebagai perlindungan terhadap perusahaan blockchain, bahkan bisnis blockchain dari resiko yang terkait dengan ancaman hukum, eksposur keuangan oleh pihak-pihak tertentu, serta menawarkan perlindungan dari resiko kejahatan dunia maya (cyber crime) terkait dengan pencurian aset.

 

Sejumlah fitur juga telah dirancang demi mendukung seorang broker (pedagang perantara) dan penjamin emisi melalui proses asuransi. Penilaian risiko membantu penjamin emisi dalam mengevaluasi risiko yang akan mereka hadapi dengan model terperinci, termasuk pada ikhtisar perusahaan, keuangan, teknologi, keamanan, orang, dan manajemen.

Menurut perusahaan tersebut, proyek ini menggunakan teknologi blockchain dalam menawarkan transparansi data dan normalisasi data untuk melayani kebutuhan pasar, yang diperkirakan akan meningkat menjadi $7 miliar pada tahun 2018. International Data Corp menunjukkan bahwa jumlah dana yang akan dibelanjakan untuk adopsi blockchain di seluruh dunia adalah sekitar $2,1 miliar pada 2018, angka tersebut memiliki kenaikan bila dibandingkan pada tahun 2017 yang hanya membelanjakan $945 juta. Serta diperkirakan juga bahwa pasar teknologi blockchain akan tumbuh menjadi $2,3 miliar pada 2021.

Secara perlahan sistem blockchain akhirnya mulai menunjukkan diri dengan membuktikan bahwa banyak perusahaan yang memakai sistem ini, bahkan saat ini banyak juga bermunculan platform yang menggunakan sistem blockchain. Kemampuan sistem ini dalam menghapus atau mengeliminasi pihak ketiga dapat menciptakan proses transaksi semakin cepat, baik dari segi proses pemindahan dan penyimpanan data, serta segi finansial juga akan menjadi lebih cepat.

Dari segi faktor keamanan, saat ini sistem blockchain dianggap sebagai teknologi masa depan yang menjamin keamanan dalam melakukan transaksi online, hal ini dikarenakan tidak adanya pihak ketiga yang terlibat dalam proses transaksi tersebut.

Bahkan sebuah riset yang dilakukan oleh Accenture, mencatat bahwa teknologi blockchain dapat menekan biaya infrastruktur sebesar 30 persen pada delapan dari 10 bank investasi terbesar di dunia, atau sekitar USD8 miliar hingga USD12 miliar dari biaya tahunan di bank tersebut. Hal ini merupakan sebuah kemajuan pesat di bidang finansial dalam melakukan penghematan terhadap biaya-biaya yang diperlukan agar biaya tersebut dapat dialihkan untuk keperluan lainnya. Accenture merupakan perusahaan global management consulting, servis teknologi, dan outsourcing. Jadi tidak perlu diragukan lagi mengenai keabsahan hasil dari riset yang telah dilakukan oleh perusahaan ini.

Photo by Tony Webster on Unsplash

Seburuk apapun pandangan awal tentang berkembangnya teknologi blockchain, akhirnya perlahan perusahaan-perusahaan besar dunia juga mulai mengadopsi teknologi tersebut, semoga hal ini juga akan dilakukan oleh perusahaan yang terdapat di Indonesia, bahkan harapannya pemerintah pun akan mengadopsi teknologi blockchain agar terjadinya transparansi terhadap semua transaksi tanpa ada lagi kecurangan yang terjadi di dalamnya.

 

Salam,

@fararizky

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *